Perempuan di Ujung Hati

Disini,
Dibawah naungan jendela sempit kamarku,
Aku biasa menuliskan syair tentangmu....

Syair hati yang hanya dapat kunikmati sendiri,
ya... ku nikmati saat aku sedang sendiri....

Tak ada yang lain, hanya aku dan syair tentangmu...
Ingin rasanya ku kirimkan kepadamu,
Agar engkau tahu: ada satu sudut dihatiku, yang selalu mendambakanmu....

Namun,
Hingga detik ini, tulisan itu masih tersimpan rapi
dilemari sepi hatiku....

Menunggu waktu menghapusnya dalam debu

Penyair Buta

Pergi saja sana,
Aku tak mau melihatmu lagi...
Karena mataku tak lagi bisa menggapaimu,

Pesonamu hanya hitam,
Pekat dan tanpa warna,

Seperti hati yang tersakiti,
Aku tak ingat apa-apa lagi selain rasa nyeri

Hanya....

Aku,
Hanya menulis,
Tapi tak pernah tahu,
Apa yang ku tulis